Lintah Indonesia di Kontan | Si Penyedot Darah yang Laku Keras



eNHa Farm di Tabloid Kontan

Sobat eNHa, berikut ini eNHa link-kan sebuah hasil liputan Tabloid Bisnis KONTAN tentang Budidaya Lintah eNHa Farm. Tulisan ini telah diterbitkan pada edisi 9 tanggal 20 Agustus 2010 lalu. Selamat membaca!

Si penyedot darah yang laku keras.

Iklan

Zat-zat Penuh Manfaat yang Terkandung dalam Lintah


Dari hasil kajian-kajian dan penelitian ilmiah yang dilakukan, telah diketahui bahwa lintah mengandung banyak zat yang penuh manfaat bagi tubuh manusia. Berikut ini antara lain zat-zat yang terkandung di dalam lintah:

Nitric Oxide: pada tahun 1998 Hadiah Nobel untuk fisiologi telah dianugerahkan kepada Robert Furchgott, Prof Louis Ignarro dan Ferid Murad yang menemukan pertalian Nitric Oxide (NO) yang kemudian digunakan dalam ramuan Viagra. Dalam satu kajian ilmiah Universiti Purdue, lintah jenis Hirudo Medicinalis dikenal dapat mengeluarkan NO secara alami. Sementara kajian ilmah lainnya mengatakan bahwa NO dapat menyelesaikan 90% masalah kegagalan ereksi kaum lelaki. Vagina dan klitoris wanita apabila tersentuh oleh usur NO ini juga dapat meningkatkan rangsangan seksual, dimana NO tersebut akan memberi stimulus ke syaraf-syaraf yang memacu gairah seksual wanita. Baca entri selengkapnya »

Liputan Budidaya Lintah untuk Lintas Pagi TPI (Bag. 2)


Sinar mentari menyeruak lembut di Sabtu pagi, 21 November 2009. Kesibukan tim operasional eNHa Farm mulai terasa. Mengingat pagi ini sesuai jadwal yang telah disepakati dengan pihak redaksi TPI, akan dilakukan shooting budidaya lintah untuk pengobatan. Liputan ini sendiri, seperti telah eNHa Farm infokan sebelumnya, akan menjadi bagian acara “Lintas Pagi Akhir Pekan” di TPI ‘Televisi Kebanggaan Keluarga Indonesia’.

Beberapa kali eNHa Farm berkomunikasi dengan kru TPI untuk memandu perjalanan ke lokasi budidaya di area Limo Depok. Akhirnya pkl. 09.30 WIB tibalah satu mobil avanza biru bertuliskan “TPI”. Lalu dari dalam kendaraan turunlah 3 sosok ber-uniform TPI. Selempang kemudian eNHa Farm menyambut kedatangan Mas Andy ~ sang Kameramen, Mbak Dewi ~ Reporter dan Mas Wawan ~ Asisten Kameramen.

Setelah berkoordinasi tentang format peliputan dan ekspektasi dari kru TPI, dimulailah acara peliputan “Budidaya Lintah dan Terapi Lintah untuk Pengobatan”. Fokus utama liputan kali ini antara lain :
– Informasi umum tentang lintah, habitat dan manfaatnya
– Cara-cara beternak lintah, pembibitan, pemberian pakan dan operasional budidaya
– Pengobatan alternatif menggunakan media lintah

Baca entri selengkapnya »

Terapi Lintah Warisan Kedokteran Islam


Ilustrasi Kedokteran Islam Masa Lalu

Kontribusi peradaban Islam dalam dunia kedokteran sungguh sangat tak ternilai. Di era keemasannya, peradaban Islam telah melahirkan sederet dokter terkemuka yang telah meletakkan dasar-dasar kedokteran modern. Dunia Islam juga tercatat sebagai peradaban pertama yang memiliki rumah sakit yang dikelola secara profesional.

Dunia kedokteran Islam di zaman kekhalifahan telah mewariskan sederet peninggalan bagi peradaban modern. Salah satu peninggalan terpenting dari kedokteran Islam adalah terapi kedokteran. Para dokter Muslim melalui kitab atau risalah yang ditulisnya telah memperkenalkan aneka terapi untuk mengobati beragam penyakit.

Para dokter Muslim di era kejayaan mencoba membuktikan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa ”semua penyakit pasti ada obatnya.” Lewat aneka terapi yang dikembangkannya, para dokter Muslim berhasil menemukan metode penyembuhan penyakit berdasarkan penyebabnya. Baca entri selengkapnya »

Lintah untuk Pengobatan


Lintah yang digunakan untuk pengobatan terdiri beberapa jenis lintah tetapi paling sering dari jenis Hirudo Medicinalis di wilayah Eropa dan Hirudinaria Manillensis di wilayah Asia. Secara umum morfologi jenis lintah di atas sama seperti lintah kebanyakan. Dimana jenis lintah dewasa dapat mencapai ukuran panjang hingga 20 cm dengan warna dominana hijau, cokelat atau cokelat kehijauan dengan warna di bagian dorsal yang lebih gelap dan ventral lebih terang.  Lintah jenis ini tersebar luas di hampir seluruh Eropa dan ke Asia.

Rawa habitat alami lintah

Habitat utama spesies Hirudo adalah rawa-rawa air tawar yang berlumpur dan banyak alur selokan yang dipenuhi tumbuhan gulma. Lintah hidup dengan menempelkan dirinya ke tubuh hewan-hewan vertebrata melalui pengisap di kedua ujung mulutnya, menusuk kulit hewan,  menyuntikkan anti-koagulan (Hirudin) dan anestetik sebelum mengisap darahnya. Lintah ukuran dewasa dapat mengkonsumsi darah hingga 15 gram dalam satu kali makan.

Lintah adalah hewan hermafrodit dan bereproduksi dengan perkawinan seksual. Lintah bertelur di cengkeraman ditengah perutnya namun dengan tubuh tidak berada di bawah air. Lokasi favorit reproduksi lintah adalah wilayah yang memiliki naungan dan lembab.