Lintah Indonesia di Kontan | Si Penyedot Darah yang Laku Keras



eNHa Farm di Tabloid Kontan

Sobat eNHa, berikut ini eNHa link-kan sebuah hasil liputan Tabloid Bisnis KONTAN tentang Budidaya Lintah eNHa Farm. Tulisan ini telah diterbitkan pada edisi 9 tanggal 20 Agustus 2010 lalu. Selamat membaca!

Si penyedot darah yang laku keras.

Lintah untuk Pengobatan


Lintah yang digunakan untuk pengobatan terdiri beberapa jenis lintah tetapi paling sering dari jenis Hirudo Medicinalis di wilayah Eropa dan Hirudinaria Manillensis di wilayah Asia. Secara umum morfologi jenis lintah di atas sama seperti lintah kebanyakan. Dimana jenis lintah dewasa dapat mencapai ukuran panjang hingga 20 cm dengan warna dominana hijau, cokelat atau cokelat kehijauan dengan warna di bagian dorsal yang lebih gelap dan ventral lebih terang.  Lintah jenis ini tersebar luas di hampir seluruh Eropa dan ke Asia.

Rawa habitat alami lintah

Habitat utama spesies Hirudo adalah rawa-rawa air tawar yang berlumpur dan banyak alur selokan yang dipenuhi tumbuhan gulma. Lintah hidup dengan menempelkan dirinya ke tubuh hewan-hewan vertebrata melalui pengisap di kedua ujung mulutnya, menusuk kulit hewan,  menyuntikkan anti-koagulan (Hirudin) dan anestetik sebelum mengisap darahnya. Lintah ukuran dewasa dapat mengkonsumsi darah hingga 15 gram dalam satu kali makan.

Lintah adalah hewan hermafrodit dan bereproduksi dengan perkawinan seksual. Lintah bertelur di cengkeraman ditengah perutnya namun dengan tubuh tidak berada di bawah air. Lokasi favorit reproduksi lintah adalah wilayah yang memiliki naungan dan lembab.

Tahukah Anda? (Bagian 2)


14. Lintah pertama kali digunakan dalam dunia kedokteran di India kuno sekitar 1000 SM.

15. Wales pernah menjadi pengumpul lintah terbesar di wilayah Eropa.

16. Cara mencari lintah pada jaman dulu dengan berdiri di danau-danau dan kolam-kolam. Ketika lintah melekat pada kaki, orang-orang lalu mengambilnya. Mereka memasukkannya ke dalam keranjang dan menjualnya.

17. Saat ini lintah jenis Hirudo adalah spesies terancam punah dikarenakan polusi lingkungan.

18. Pada awalnya, ahli bedah adalah para tukang cukur. Mereka menggunakan lintah untuk mengobati sakit kepala.

19. Saat ini tiang penanda tukang cukur berwarna merah dan putih. Pada awalnya tiang tersebut digunakan tukang cukur untuk menggantung perban pasca operasi di depan toko. Itulah awal dari tiang merah dan putih tukang cukur.

20. Hirudo Medicinalis merupakan lintah yang banyak digunakan pada operasi plastik dan bedah rekonstruksi.

21. Sistem saraf lintah sangat mirip dengan sistem saraf manusia, sehingga bermanfaat bagi para peneliti dalam mencari jawaban atas permasalahan manusia.

22. Kerabat terdekat lintah adalah cacing tanah.

Lintah, Si Mungil Sarat Manfaat


Lintah si penyembuh

Lintah si penyembuh

Tak banyak yang tahu kalau lintah bermanfaat besar bagi kesehatan tubuh. Lintah ternyata berkhasiat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan memanfaatkan lintah di antaranya adalah hipertensi, sakit kepala,varises, hingga gangguan nyeri sendi. Minyaknya bahkan konon berkhasiat untuk keperkasaan pria! Sedangkan bubuk lintah yang dibuat dari lintah kering biasa digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat kosmetik.

Penggunaan lintah sebagai media pengobatan ini sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke-17. Ketika itu, lintah biasa digunakan di banyak rumah sakit untuk pasien-pasien pasca operasi. Lintah juga yang dipakai untuk membersihkan jaringan darah yang membeku. Itu berkat kandungan zat antikoagulan (anti penggumpalan darah) di dalam air ludahnya yang disebut hirudin. Adapun jenis lintah yang digunakan adalah jenis hirudo medicinalis.

Kini, dunia medis pun mulai menggunakan kembali pengobatan dengan

Kecil tapi sarat manfaat

Kecil tapi sarat manfaat

lintah. Di Amerika, lintah mulai diteliti untuk mengobati gangguan darah, hati, dan paru-paru.Lintah juga mulai dipromosikan manfaatnya untuk menyembuhkan gangguan-gangguan yang terjadi setelah pembedahan mikro seperti pencangkokan kulit.

Karena langkanya lintah jenis hirudo medicinalis, saat ini para ilmuwan tengah meneliti manfaat lintah jenis lainnya. Ada dua spesies yang diteliti yaitu Gnathobdellida dan Rhynchobdellida. Spesies pertama adalah yang menggigit kulit dengan cakaran gigi kitinnya, lalu menyuntikkan hirudin melalui bagian luka itu. Jenis yang kedua adalah yang memiliki semacam belalai yang dapat ditusukkan ke tubuh mangsanya dan memasukkan zat antikoagulan lainnya yang disebut hementin.

Nah! Anda tertarik untuk membuktikan khasiat lintah? Silakan mencoba!