Terapi Lintah untuk Diabetes


Aplikasi lintah untuk diabetes

Pada saat ini, Diabetes adalah salah satu penyakit kronis paling lazim di dunia. Jutaan orang telah didiagnosa menderita Diabetes dan trend penyakit ini dari hari ke hari makin meningkat. Penelitian di Amerika pada tahun 2009 lalu menempatkan Diabetes sebagai 1 dari 10 penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan paling mahal. Mantan Presiden Indonesia ke – 4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pun didiagnosa menderita penyakit berbahaya ini, hingga menyebabkan wafatnya beliau.

Diabetes sendiri disebabkan kondisi gagalnya pankreas memproduksi insulin yang cukup. Diabetes yang banyak menyerang adalah tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 biasanya awal masa kanak-kanak, di mana terdapat penipisan insulin absolut. Sedangkan diabetes tipe 2, serangan biasanya di usia dewasa sekitar usia 45 tahun atau lebih; di mana produksi insulin terjadi, tetapi jumlah insulin yang diproduksi tidak mencukupi. Baca entri selengkapnya »

Liputan Budidaya Lintah untuk Lintas Pagi TPI (Bag. 2)


Sinar mentari menyeruak lembut di Sabtu pagi, 21 November 2009. Kesibukan tim operasional eNHa Farm mulai terasa. Mengingat pagi ini sesuai jadwal yang telah disepakati dengan pihak redaksi TPI, akan dilakukan shooting budidaya lintah untuk pengobatan. Liputan ini sendiri, seperti telah eNHa Farm infokan sebelumnya, akan menjadi bagian acara “Lintas Pagi Akhir Pekan” di TPI ‘Televisi Kebanggaan Keluarga Indonesia’.

Beberapa kali eNHa Farm berkomunikasi dengan kru TPI untuk memandu perjalanan ke lokasi budidaya di area Limo Depok. Akhirnya pkl. 09.30 WIB tibalah satu mobil avanza biru bertuliskan “TPI”. Lalu dari dalam kendaraan turunlah 3 sosok ber-uniform TPI. Selempang kemudian eNHa Farm menyambut kedatangan Mas Andy ~ sang Kameramen, Mbak Dewi ~ Reporter dan Mas Wawan ~ Asisten Kameramen.

Setelah berkoordinasi tentang format peliputan dan ekspektasi dari kru TPI, dimulailah acara peliputan “Budidaya Lintah dan Terapi Lintah untuk Pengobatan”. Fokus utama liputan kali ini antara lain :
– Informasi umum tentang lintah, habitat dan manfaatnya
– Cara-cara beternak lintah, pembibitan, pemberian pakan dan operasional budidaya
– Pengobatan alternatif menggunakan media lintah

Baca entri selengkapnya »

Terapi Lintah Warisan Kedokteran Islam


Ilustrasi Kedokteran Islam Masa Lalu

Kontribusi peradaban Islam dalam dunia kedokteran sungguh sangat tak ternilai. Di era keemasannya, peradaban Islam telah melahirkan sederet dokter terkemuka yang telah meletakkan dasar-dasar kedokteran modern. Dunia Islam juga tercatat sebagai peradaban pertama yang memiliki rumah sakit yang dikelola secara profesional.

Dunia kedokteran Islam di zaman kekhalifahan telah mewariskan sederet peninggalan bagi peradaban modern. Salah satu peninggalan terpenting dari kedokteran Islam adalah terapi kedokteran. Para dokter Muslim melalui kitab atau risalah yang ditulisnya telah memperkenalkan aneka terapi untuk mengobati beragam penyakit.

Para dokter Muslim di era kejayaan mencoba membuktikan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa ”semua penyakit pasti ada obatnya.” Lewat aneka terapi yang dikembangkannya, para dokter Muslim berhasil menemukan metode penyembuhan penyakit berdasarkan penyebabnya. Baca entri selengkapnya »

Tahukah Anda? (Bagian 1)


1. Terdapat 650 jenis spesies lintah di dunia.

2. Ukuran lintah terbesar yang pernah ditemukan adalah 18 inci.

3. Sekitar 1/5 jenis spesies lintah hidup di laut dan hidup dari menghisap darah ikan.

4. Lintah memiliki 32 otak, sedangkan manusia hanya 1.

5. Lintah jenis Hirudo memproduksi anakan dengan kokon, sedangkan lintah di Amazon membawa anakannya didalam perut, terkadang sampai 300 ekor.

6. Tidak semua lintah merupakan penghisap darah. Banyak juga yang merupakan predator dengan makanan utamanya antara lain cacing tanah.

7. Lintah Hirudo memiliki tiga taring dengan 100 gigi pada masing-masing taringnya.

8. Lintah Amazon menggunakan metoda yang berbeda dalam menghisap darah. Mereka tidak menggigit tetapi memasukkan belalai panjang kekorbannya.

9. Gigitan lintah tidaklah menimbulkan rasa sakit karena memiliki zat bius.   

10. Lintah Hirudo menyuntikkan zat anti-koagulan serum ke korban untuk mencegah pembekuan darah.

11. Lintah akan menyedot darah sampai kenyang dan kemudian terjatuh dengan sendirinya.

12. Lintah yang telah menghisap akan memiliki berat badan hingga 5 kali berat badan normalnya.

13. Setelah lintah Hirudo terlepas dari kulit, kulit yg luka akan tetap mengeluarkan rembesan darah hingga 10 jam setelahnya.