Wajah Luka Parah diobati Lintah!


Sobat eNHa, pagi ini eNHa membaca satu berita baru mengenai aplikasi lintah yang memberikan manfaat bagi manusia, dimana ada seorang wanita Swedia terluka parah diobati dengan lintah. Wanita tersebut dilarikan ke rumah sakit dengan luka gigitan akibat serangan anjing peliharaannya, yang mengakibatkan luka begitu parah pada wajahnya. Luka menganga membentang dari bibir atas hingga ke mata, sebagian daging kulit wajah wanita malang tersebut bahkan terkoyak.

Dengan kondisi yang sedemikian parah, para dokter bedah di rumah sakit Skane di Swedia mengambil keputusan cepat yang berani. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan sang pasien adalah dengan melakukan bedah rekonstruksi wajah dan menyambung wajahnya yang nyaris hancur menggunakan 358 ekor lintah. Baca entri selengkapnya »

Lintah Indonesia di Kontan | Si Penyedot Darah yang Laku Keras



eNHa Farm di Tabloid Kontan

Sobat eNHa, berikut ini eNHa link-kan sebuah hasil liputan Tabloid Bisnis KONTAN tentang Budidaya Lintah eNHa Farm. Tulisan ini telah diterbitkan pada edisi 9 tanggal 20 Agustus 2010 lalu. Selamat membaca!

Si penyedot darah yang laku keras.

Lintah Memecahkan Kasus Kejahatan


Terkuaknya kejahatan berkat Lintah

Lintah membantu memecahkan kasus kejahatan yang sulit dipecahkan? Kedengarannya suatu hal yang mustahil. Sebelumnya kita telah ketahui bersama bahwa lintah bermanfaat bagi pengobatan medis dan kosmetik. Nah, kali ini eNHa mendapatkan informasi yang tak kalah mengejutkan, dimana lintah ternyata mampu pula membantu pihak kepolisian dalam membuka tabir suatu kejahatan di Tasmania Australia.

Polisi Tasmania pada medio 2009, telah menggunakan darah yang diambil dari lintah untuk kemudian mencocokkannya dengan DNA seorang pria tersangka perampokan Tasmania Utara. Hebatnya lagi, hal ini dilakukan delapan tahun setelah kejadian perampokan tersebut. Cara ini diyakini adalah cara pertama yang dilakukan oleh polisi di dunia dalam memecah kasus kejahatan.

Di Australia, sejak tahun 2007 Nasional Investigasi Kriminal Database DNA, yang dikenal sebagai CrimTrac, telah memberikan otorisasi kepada polisi untuk menyesuaikan profil DNA di seluruh Australia. Setelah sistem baru tersebut diaktifkan, profil DNA yang ada sebelum Undang-undang Prosedur Forensik 2001 berlaku, dapat digunakan. Baca entri selengkapnya »

Nyeri Sendi Hilang Berkat Lintah!


Radang sendi mengganggu aktifitas sehari-hari

Tak banyak yang tahu kalau lintah ternyata juga bermanfaat untuk mengobati radang sendi. Nyeri akibat radang sendi pada lutut yang menyebabkan penderitanya sulit bergerak ini dapat diatasi dengan memanfaatkan kemampuan lintah menghasilkan zat menyerupai morfin, pereda nyeri paling ampuh! Hebat bukan?

Tak hanya itu, lintah juga menghasilkan zat antikoagulan yang melancarkan aliran darah ke area di mana lintah ditempelkan. Lintah juga berperan sebagai anti radang. Karena itulah para peneliti meyakini bahwa radang yang memunculkan gejala-gejala radang sendi ini dapat diobati dengan menggunakan lintah. Karena itulah pengobatan radang sendi dengan menggunakan lintah kini semakin gencar dilakukan di berbagai negara.

Pengobatan dengan menggunakan lintah ini sendiri sudah diakui oleh US Food and Drug Administration (FDA). Lembaga ini mengklasifikasikan lintah sebagai salah satu alat medis dan telah menyetujui penggunaan lintah untuk operasi kecil. Di Jerman, diperkirakan sekitar 70.000 pengobatan dalam beberapa tahun terakhir ini yang memanfaatkan lintah. Pengobatan dengan menggunakan lintah ini sebagian besar dilakukan untuk mengurangi nyeri pada penderita radang sendi. Baca entri selengkapnya »

Liputan Budidaya Lintah untuk Lintas Pagi TPI (Bag. 1)


Ilustrasi Lintah di habitat alami

Pada Kamis siang, 19 November 2009 lalu, eNHa Farm menerima telepon dari tim redaksi Lintas Pagi Akhir Pekan dari TPI. Dimana disampaikan bahwa TPI bermaksud melakukan liputan mengenai budidaya lintah eNHa Farm. Liputannya sendiri akan dilakukan pada Sabtu, 21 November 2009. Ini sungguh suatu kejutan bagi eNHa Farm, karena tak disangka publikasi eNHa Farm yang baru dilakukan di media online ternyata telah menarik perhatian dari jurnalis Televisi.

Sebelumnya eNHa Farm pernah pula menerima permintaan liputan budidaya lintah ini dari Trans 7, hanya saja dikarenakan permintaan shootingnya bersamaan dengan aktifitas eNHa Farm yang lain, dengan sangat menyesal kami belum dapat memenuhinya.

Harapannya melalui media televisi nasional, eNHa Farm dapat dengan seksama memberikan informasi dan berbagi pengetahuan tentang budidaya lintah dan manfaat terapinya bagi kesehatan para pihak yang membutuhkan secara lebih luas. Semoga!

Lintah, Si Mungil Sarat Manfaat


Lintah si penyembuh

Lintah si penyembuh

Tak banyak yang tahu kalau lintah bermanfaat besar bagi kesehatan tubuh. Lintah ternyata berkhasiat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan memanfaatkan lintah di antaranya adalah hipertensi, sakit kepala,varises, hingga gangguan nyeri sendi. Minyaknya bahkan konon berkhasiat untuk keperkasaan pria! Sedangkan bubuk lintah yang dibuat dari lintah kering biasa digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat kosmetik.

Penggunaan lintah sebagai media pengobatan ini sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke-17. Ketika itu, lintah biasa digunakan di banyak rumah sakit untuk pasien-pasien pasca operasi. Lintah juga yang dipakai untuk membersihkan jaringan darah yang membeku. Itu berkat kandungan zat antikoagulan (anti penggumpalan darah) di dalam air ludahnya yang disebut hirudin. Adapun jenis lintah yang digunakan adalah jenis hirudo medicinalis.

Kini, dunia medis pun mulai menggunakan kembali pengobatan dengan

Kecil tapi sarat manfaat

Kecil tapi sarat manfaat

lintah. Di Amerika, lintah mulai diteliti untuk mengobati gangguan darah, hati, dan paru-paru.Lintah juga mulai dipromosikan manfaatnya untuk menyembuhkan gangguan-gangguan yang terjadi setelah pembedahan mikro seperti pencangkokan kulit.

Karena langkanya lintah jenis hirudo medicinalis, saat ini para ilmuwan tengah meneliti manfaat lintah jenis lainnya. Ada dua spesies yang diteliti yaitu Gnathobdellida dan Rhynchobdellida. Spesies pertama adalah yang menggigit kulit dengan cakaran gigi kitinnya, lalu menyuntikkan hirudin melalui bagian luka itu. Jenis yang kedua adalah yang memiliki semacam belalai yang dapat ditusukkan ke tubuh mangsanya dan memasukkan zat antikoagulan lainnya yang disebut hementin.

Nah! Anda tertarik untuk membuktikan khasiat lintah? Silakan mencoba!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.